MARAH DAN PENYEMBUHAN DALAM AL-QUR’AN (Persepektif Bimbingan dan Konseling Islam)

Noffiyanti Noffiyanti

Sari


Permasalahan dalam penelitian ini adalah setiap orang memiliki sifat marah dan itu merupakan sifat yang tidak baik. Banyak orang yang sulit untuk mengendalikan marah terhadap dirinya sendiri karena kurang mendekatkan diri dengan Allah Swt dan jarang membaca Al-qur’an. Apabila seseorang mampu mengendalikan dirinya disaat marah dengan tidak mengucapkan hal yang buruk ataupun tercela maka ibadahnya sudah baik. Ketika orang sedang marah maka untuk selalu perbanyak membaca Al-qur’an agar mengurangi rasa marah yang ada dalam dirinya. Metode penelitian ini merupakan pendekatan tinjauan pustaka (library research) yang bersumber dari buku. Temuan hasil penelitian ini bahwa Al-qur’an pedoman hidup sepanjang waktu. Alquran mengingatkan seseorang untuk bisa mengendalikan emosi amarah, saat seseorang sedang kesal, pemikirannya menjadi macet dan kehilangan kemampuan untuk memberikan penilaian yang benar. Membaca Alquran bisa meredam amarah yang kita rasakan. Alquran membuat hati dan perasaan manusia lebih tenang, dan damai. Membaca Alquran bisa mengontrol orang saat sedang marah. Tuhan sangat memuji orang yang bisa mengendalikan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain dan ini bisa berdampak besar pada kehidupan umat Islam. Dengan saling menahan amarah dan saling memaafkan maka akan tercipta lingkungan pendukung yang penuh toleransi, juga tercipta keadilan dan kasih sayang antara lain

Kata Kunci


Membaca Al-qur’an, Marah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdul Aziz Wahuydi. (1991). Psikologi Agama. Sinar Bintang.

Al-Quran Terjemahan. (2015). Departemen Agama RI. CV Darus Sunnah.

Amir An-Najar. (2001). Ilmu Jiwa Dalam Tasawuf Studi Komparatif Dengan Ilmu Jiwa Kontemporer. Pustaka Azzam.

Ibnu Miskawih. (1994). Menuju Kesempurnaan Akhlah. Mizan.

M Hamdani Bkran Adz-Dzaky. (2002). Konseling dan Psikoterapi Islami Penerapan Metode Sufistik. Fajar Pustaka.

Muhammad Ustman Najati. (1984). Ilmu An-Nafsh Wa Al-Hayat. Dar Al-Qalam.

Muhammad Ustman Najati. (2000). Al-qur’an dan Ilmu Jiwa. Pustaka.

Musfir Bin Said Az-Zahrani. (2005). Konseling Terapi. Gema Insani.

Paul Ekman. (2013). Pedoman Membaca Emosi Orang. Think.

Purwanto Yadi, M. R. (2015). Psikologi Marah: Persepektif Psikologi Islam. PT Refika Aditama.

Sa’id Hawwa. (1998). Intisari Ilya. Rabbani Press.

Syukur, A. (2011). Beragam Cara Terapi Gangguan Emosi Sehari-Hari. Diva Press.

Triantoro Safira. (2009). Manajemen Emosi Sebuah Panduan Bagaimana Mengelolah Emosi Positif Dalam Hidup Anda. Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/ristekdik.2020.v5i2.172-184

Article Metrics

Sari view : 2778 times
PDF - 1348 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling)
ISSN 2541-206X (online), ISSN 2548-4311 (print)
Email: ristekdik@um-tapsel.ac.id

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) is indexed by:

pkpp.png

Ristekdik (Jurnal Bimbingan dan Konseling) licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.