Kepastian Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Sengketa (Studi Kasus SHM/1045 Lontar)

Alviano Boyko Wijaya

Abstract


This paper discusses the issue concerning of legal certainty over the transfer of disputed land rights in relation to the principle of good faith. The research usud is doctrinal legal research. The results of this study can be concluded that the legal certainty of land rights can be proven by a certificate as strong evidence as stipulated Article 19 Paragraph (2) C UUPA Jo. Article 32 paragraph (2) PP 24/1997. The transfer of land rights carried out by the holder of SHM/1045 Lontar with the recipient of the release of land rights is in accordance with the principle of goof faith as stipulated in article 1338 paragraph (3) Jo. SEMA 4/2016 eventhough the are claims form the other parties, the transfer of land rights is not null and void as stipulated in article 1320 BW Jo. 1337 BW.

Key words: Legal Certainty, Transfer of Rights, Land Dispute, SHM/1045 Lontar


Keywords


Legal Certainty, Transfer of Rights, Land Dispute, SHM/1045 Lontar

Full Text:

PDF

References


Aburaera, S., Muhadar, & Maskun. (2017). Filsafat Hukum Teori & Praktik. Jakarta: Kencana.

Fendri, A., & Mannas, Y. A. (2020). Kepastian Hukum Pemegang Sertifikat Hak Milik Ditinjau dari Kebneradaan Lembaga Rechtsverwerking (Studi Beberapa Sengketa Hak milik di ota Padang). Jurnal Hukum Acara Perdata: Jhaper, 153.

Hapsari, G. (2018). Kedudukan Hukum Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dalam Hal Terjadi Sengketa. Yogyakarta: Dspace Universitas Islam Indonesia.

Julyano, M., & Sulistyawan, A. Y. (2019). Pemahaman terhadap Asas Kepastian Hukum Melalui Konstruksi Penlaran Positivisme Hukum. Jurnal Crepido, 20-21.

Kumala, M. P. (2021). Kajian Yuridis Asas Pembalikan Beban Pembuktian dan Asas Actori Incumbit Probatio. Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan , 272.

Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.

Nurkristia, D. (2021). Asas Kepastian Hukum dalam Kedudukan Girik terhadap Sertipikat Hak Atas Tanah. Jurnal Suara Hukum, 265-269.

Oktaviani, A., & Harjono. (2019). kekuatan Pembuktian Surat Letter C dalam Pemeriksaan Sengketa Tanah di Persidangan. Verstek Jurnal Hukum Acara, 44.

Safitri, F. A., ALW, L. T., & Lumbanraja, A. D. (2020). Akibat Hukum Penggunaan Sistem Publikasi Negatif Berunsur Positif Dalam Pendaftaran Tanah di Kota Semarang. Notarius, 789-791.

Sinaga, N. A., & Zaluchu, T. (2017). Peranan Asas Keseimbangan dalam Mewujudkan Tujuan Perjanjian. Jurnal Ilmiah Hukum Digantara, 39.

Susanti, D. L. (2016). Itikad Baik Sebagai Batas Proses Interpretasi Kontrak. Konefrensi Nasional Hukum Perdata III Pembaharuan Hukum Kontrak: Prinsip-Prinsip Hukum Kontrak Universal dan Sistem Hukum Kontrak Indonesia (p. 4). Malang: Repository UKWK.

Wacks, P. (2006). Philosophy Of Law. New York: Oxford University Press.

Peraturan Perundang-Undangan dan Putusan Pengadilan

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1950 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

Peraturan menteri Negara Agraria atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendfataran tanah

Putusan Nomor 48/Pdt.G/1994/PA.Sby

Putusan Nomor 1120 K/Pdt/2007

Putusan Nomor 1011 K/Pid/2012

Putuan Nomor 330 K/TUN/2010

Putusan Nomor 34 K/Sip/1960

Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/justitia.v5i2.323-332

Article Metrics

Abstract view : 445 times
PDF - 229 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora