TINDAK LANJUT PIDANA KEPADA NARAPIDANA YANG MELAKUKAN TINDAK KEJAHATAN KRIMINAL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN

Andika Ihza Mahendra, Padmono Wibowo

Abstract


Tulisan ini membahas tentang tindak kriminal yang pernah terjadi di Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan Negara. Terdapat banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengkaji tindak lanjut pidana terhadap narapidana yang melakukan tindak kriminal di Lembaga Pemasyarakatan. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, berita, peristiwa, dan aktivitas secara perorangan atau kelompok. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab narapidana melakukan tindak kriminal di Lembaga Pemasyarakatan,  jenis tindak pidana terhadap pelaku kriminal di Lembaga pemasyarakatan, dan upaya petugas melakukan penanganan perbuatan kriminal di Lembaga pemasyarakatan. Penelitian yang dilakukan menghasilkan jenis atau bentuk tindak pidana concurcus yaitu dasar Pemberatan Pidana Karena Perbarengan dan analisa dalam memberikan perlakuan yang tepat terhadap narapidana yang melakukan tindak kriminal di Lapas maupun Rutan dengan ditempatkan di sel pengasingan dan pencabutan register f berupa pencabutan hak mendapatkan remisi, asimilasi, cuti besyarat, dan bebas bersyarat.


Full Text:

PDF

References


Bambang P. 1986. Pelaksanaan Pidana Penjara dengan Sistem Pemasyarakatan. Yogyakarta: Liberty.

Embun, B. 2012. Banjir Embun. Retrieved from Penelitian Kepustakaan: http://banjirembun.blogspot.co.id/2012/04/penelitian-kepustakaan.html. Diakses pada 20 Oktober 2020.

Endraswara, Suwardi. 2012. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Harsanti, I. & Verasari, D. 2013. Kenakalan Pada Remaja Yang Mengalami Perceraian Orangtua. Jurnal Psikologi Universitas Gunadarma.

https://bali.tribunnews.com/2015/10/14/napi-narkotika-tusuk-napi-pembunuhan-pakai-pisau-lipat-di-lapas-kerobokan/. Diakses pada 14 Oktober 2020.

K. Ihsan. 2016. Faktor Penyebab Anak Melakukan Tindakan Kriminal. Jurnal JOM FISIP Vol. 3 No. 2.

Kartono, K. 2002. Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja . Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Permenkumham No. 6 Tahun 2013 Tentang Tata Tertib Lapas dan Rutan.

Savitri, A., & Utami, R. (2012). Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kenakalan Remaja pada Anak Didik Lapas Anak Kutoarjo. Jurnal Fakultas Psikologi Unissula Semarang.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

V.M.Yuwanta 2019. Pemidanaan Terhadap Narapidana yang Melakukan Tindak Pidana di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Jurist Diction: Vol. 2 No. 4.

Waluyadi. 2003. Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Djambatan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31604/justitia.v8i2.194-202

Article Metrics

Abstract view : 1180 times
PDF - 1316 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora